Jalan Sore di Tepian Danau Singkarak

SIRAJULFUADZIS.COM, Singkarak – Sore ini kami menyusuri tepian danau Singkarak dengan Vespa merah yang jadul. Dengan suasana cuaca mendung terlihat dari awan yang mulai gelap tampak mulai menyatu. Mendung tidak berarti selalu hujan, kami melanjutkan perjalanan.

Sumber : Fuad/Travel Today

PLTA Danau Singkarak

Dalam perjalanan kami berhenti sejenak di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), kami meminta izin kepada satpam agar diberikan izin masuk memandang kearah danau. Meskipun ada larang dilarang memancing disekitar itu, kami tetap menyaksikan ada pemancing di sekitar area intake water yang berbahaya tersebut.

Biasanya sore hari di kawasan ini, ramai anak muda-mudi duduk bersama sambil melakukan swafoto telepon seluler terbaru, untuk mengabadikan momen tapi ketika kami datang suasana sepi.  Kami menikmati satu persatu tempat yang dianggap bagus untuk berfoto, salah satunya bagian terowongan PLTA Danau Singkarak.

Sumber : Fuad/Travel Today

Sebelumnya apakah para traveller sudah mengenal Danau Singkarak?, Ya Singkarak dikenal dengan event Internasional “Tour de Singkarak” yang diselenggarakan oleh Pemerintah sejak tahun 2009 sampai saat ini. Keberadaan terowongan yang mengalirkan air danau menjadi pembangkita listrik ini, mampu menerangi jutaan rumah dengan menghasilkan listrik 175 megawatt di area Sumatera Barat.

IKAN BILIH

Dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ditempuh sekitar 2 jam, dengan menyewa mobil yang ditawarkan oleh jasa travel. Kehidupan di tepian danau Singkarak, tak lepas dari para nelayan menangkap ikan Bilih. Ikan Bilih ini sangat fenomenal, yang banyak diminati oleh orang mengerti khasiatnya.

Sumber : Fuad/Travel Today

Menurut keterangan Ida, salah seorang warga distributor ikan Bilih di Pasar Malalo, mengatakan bahwa ikan Bilih punya vitamin, gizi yang tinggi dan tidak punya efek samping ketika menyantapnya. Para perantau yang ingin berpergian jauh, kerap memesan ikan Bilih dalam jumlah banyak kepadanya. Soal harga yang termasuk tinggi, Bilih mentah dijual sekitar tujuh puluh ribu per kilonya. Sedangkang Bilih yang sudah di goreng, dijual sekitar duaratus lima puluh ribu per kilonya.

Setelah kami berkeliling di sekitar PLTA, kami pamit kepada orang sekitar untuk melanjutkan perjalanan sore di sekitar Malalo, daerah tepian Danau Singkarak.

Leave a Comment.