Kita Hidup Berdasarkan Apa?

SIRAJULFUADZIS.COM-Terkadang sadar atau tidak, kita hidup atas dasar apa?. Berdiri sendiri atas dasar cita-cita pribadi dalam ranah mardeka. Atau jangan-jangan hidup dari kecil atas dasar pertanyaan-pertanyaan orang lain? Kemudian hidup terkungkung tak mardeka.

Lalu, apakah orang lain boleh bertanya kepada kita?

Tentu saja sangat boleh, melihat, membaca kepada ruang dan waktu yang tepat untuk bertanya akan sesuatu (konten) privasi yang dilontarkan.

Kadang kita bertanya, tanpa tau mereka ada permalasahan dengan keluarga, finansial, teman bekerja dan berbagai macam rumit keadaan lain.

Selain itu, misalnya kita bertanya kepada seorang kawan kapan lulus kuliah? Kapan nikah? di saat ada masalah.

Bagaimana penerima pesan merasakan dampak, sampai frustasi dengan pertanyaan tersebut.

Karena tidak terima dengan nasib yang Ia alami, Ia memaksakan keinginan orang sekedar pelepas tanya, menyiksa diri, bahkan sampai bunuh diri. Ini diluar kontrol manusia, tapi cerdas bertanya menjadi prioritas kita dalam menjalin relasi.

Tanpa kita sadari, berapa banyak orang yang menerima pesan merasakan luka dan tidak nyaman selama ini. 
Kemudian mereka memutuskan tali rantai persaudaraan tanpa mengucapkan sepatah dua patah kata.

Hati-hati dengan bertanya, karena bisa saja pertanyaan Anda tidak seirama dengan gejolak hati penerima pesan. Berawal dari niat baik bertanya, berujung penerima pesan menerima pertanyaan yang membunuh.

Lawan bicara yang tanggap dan intelek dapat membaca situasi apabila pertanyaan membunuh mulai mendalam. Ia akan paham rentetan pertanyaan demikian. Dan akan coba berdiplomasi dengan baik.

Menjawab singkat, padat dan montok.

Leave a Comment.