Komunikasi Pembangunan : Mencermati Perubahan Perilaku

WWW.SIRAJULFUADZIS.COM, – Berdasarkan pemikiran para ilmuan yang dikemukan oleh W. Scharmm (1964), Quebral dan Gomes (1973), Rogers (1976), Barnett Pearce (1986), Roy Dalam Jayaweera dan Anumagama (1987) dan Peterson (2000), dapat disimpulkan bahwa komunikasi pembangunan merupakan proses penyebaran informasi penerangan, pendidikan dan keterampilan, rekayasa sosial dan perubahan perilaku.

Komunikasi Pembangunan : Masalah distribusi informasi-penerangan, pendidikan-keterampilan, rekayasa sosial dan perubahan perilaku.

Sebagai proses penyebaran informasi dan penerangan kepada masyarakat, titik pandang komunikasi pembangunan difokuskan pada usaha penyampaian dan pembagian ide, gagasan dan inovasi (Dilla, 2012).

Bagan Peran Komunikasi Pembangunan

Pembangunan dibangun oleh pemerintah bekerjasama dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai proses pendidikan dan keterampilan bagi masyarakat, titik pandang komunikasi pembangunan difokuskan pada penyediaan model pembelajaran publik yang murah dan mudah dalam mendidik, dan mengajarkan keterampilan yang bermanfaat.

Pada hal ini, komunikasi pembangunan dinilai sebagai bagian pencerahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan perubahan perilaku yang terjadi. Proses komunikasi membuat masyarakat merasa dapat edukasi yang baik dari lembaga pemerintahan terkait.

Terwujudnya komunikasi pembangunan, saat ini tidak hanya ditandai oleh perkembangan komunikasi yang didistribusikan oleh pemerintah saja. Melainkan lembaga, komunitas masyarakat yang mendistribusikan infromasi yang bermanfaat dalam membantu pemerintah dalam menyebarkan informasi.

Ketika mengambil provinsi Sumatera Barat sebagai bahan contoh bahan diskusi, seharusnya dinas Provinsi Sumbar punya kendali besar atas semua informasi yang beredar di provinsi Sumbar, khususnya pada Kominfo Sumbar. Namun hal tersebut direbut pasar oleh akun-akun berita media sosial berasal dari Sumbar yang punya pengikut lebih banyak.

Salah satu sisi Kominfo Sumbar punya kelemahan dalam distribusi informasi ke publik Sumbar, sehingga masyarakat terbiasa mencari berita lewat akun-akun yang punya pengikut banyak. Sudah seharusnya pemerintah kembali aktif dalam pemberitaan seluruh wilayah yang ada di Sumatera Barat, dengan mengandalkan teknologi informasi sebagai media center penyampai pesan dapat ditujukan sehingga adanya perubahan perilaku.

Pemerintah punya andil lebih besar dalam merebut dan mengelola informasi demikian, apabila distribusi pesan dilakukan cepat, akurat dan bermanfaat bagi setiap individu yang menerima pesan tersebut. Penerima pesan juga akan mendapatkan perubahan perilaku setelah mendapatkan informasi yang akurat sebagai pedoman mereka pribadi dan pihak keluarga.

Coba kita perhatikan akun instagram @infosumbar, @info.minang dibandingkan dengan akun milik @kominfosumbar. Tekadang akun milik official pemerintah juga tidak punya digital sistem media sosial yang menarik, dan kualitas foto yang ditampilkan juga tidak fokus.

Sementara sebagai proses rekayasa sosial, komunikasi pembangunan dipandang sebagai bentuk pengembangan tindakan komunikasi yang sistematis, terencana dan terarah. Harapan dari baiknya perjalanan informasi dalam penyebarluasan informasi menibulkan partisipasi postif dari masyarakat.

Pada hal ini partisipasi masyarakat dapat sebagai dukungan, terwujudnya interaksi dan perubahan perilaku. Oleh karena itu sebagai proses perubahan perilaku, komunikasi pembangunan dipandang sebagai proses piskologis terarah dan bertujuan.

Proses demikian berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, sikap mental dalam melakukan perubahan. Serta pentingnya kredebilitas sumber, isi pesan dan saluran komunikasi sangat berpengaruh dan menentukan perubahan perilaku yang diinginkan.

Leave a Comment.