Lahirnya Komunikasi Digital

Sejak kuliah di Yogyakarta saya merasakan pertumbuhan komunikasi lewat digital, Mahasiswa sudah mulai tunduk dengan smartphone. Dahulu saya berpikir perkembangan tidak akan secepat sekarang yang ingin apa pun serba dimanjakan, maka lahirlah komunikasi digital.

Digital dalam bahasa Yunani mempunyai arti jari jemari, sedangkan digitalisasi merupakan sebuah terminology untuk menjelaskan alih media dari bentu cetak, audiovisual yang hadir dalam bentuk digital.

Aktifitas sehari-hari memang lebih terbantu dengan adanya digital, tapi mental dan karakter manusia berubah secara signifikan. Hal ini ditandai orang yang semakin malas bergerak untuk kebutuhan dirinya sendiri, bahkan makan yang sifatnya bahan pokok tubuh segelintir orang pun masih menggunakan jasa online.

Terkadang warung tempat membeli padahal tidak jauh dari titik lokasi rumah, hanya karena malas ada saja yang pesan makanan lewat jasa trasnportasi online. Berbagai macam alasan yang muncul, setidaknya dengan lahirnya komunikasi digital.

Saya hadir bukan untuk menyalahkan fenomena tersebut, tapi saya hadir menjelaskan dalam sudat pandang perspektif komunikasi dalam melihat cenderung ada perubahan komunikasi intrapersonal dan interpersonal pengguna komunikasi digital.

Enam atau tujuh tahun kurang lebih, kehidupan digitalisasi memenuhi dan menembus ruang dan waktu. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam komunikasi. Mulai dari tata krama, etika, cara mengahargai orang yang lebih tua, bahkan ada yang sampai tuli karena asik bermain ria dengan smartphone.

Karena sudah dipanggil berkali-kali oleh orang lain tidak sadar, semacam ada virus besar berkembang saat ini, kita lihat terutama pada anak-anak, remaja yang sudah disuguhkan benda canggih untuk bisa mengakses dunia yang tidak bisa dikontrol secara penuh.

Selain itu, kita bersyukur adanya perkembangan dunia digital. Melihat tumbuhnya content creator muda yang bisa mengekpresikan bakat dan minatnya. Bahkan bisa menghasilkan uang, hal positif seperti in yang harus kita kembangkan dan perlu ranah literasi yang disosialisasikan oleh pemerintah secara seksama.

Gerakan literasi digital ini bukan tugas individu, tapi semua elemen yang sanggup memberikan edukasi yang bisa diterima oleh kalangan penerus bangsa.

Leave a Comment.