Lebih dekat dengan Suku Baduy

WWW.SIRAJULFUADZIS.COM,– Foto ini menjadi bukti bahwa saya pernah ke Cijahe, yang merupakan perbatasan tanah ulayat Baduy, Kabupatan Lebak, Banten bersama tim Pertamina Pusat. Disini mengenal lebih dekat dengan masyarakat suku Baduy Dalam dan suku Baduy Luar.

Cijahe, Kampung Wisata Baduy

Kami berkunjung kesana untuk meresmikan Saung Informasi, Bantuan, Gapura Desa Wisata, Pembukaan akses jalan batu Cijahe-Cibeo dan Danau Dandang-Desa Campaka, Pembangunan Jembatan, Toilet Umum dan Instalasi Tempat Sampah serta pipanisasi jalur air bersih.

Kesempatan itu, kami bersama pak Agus Mashud VP CSR dan SMEPP, Ibu Sari sebagai Manager Partamina MOR III, Komunitas Sahabat Baduy yang melihat adanya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Wisata Baduy.

Suku Baduy terolong unik, karena memegang teguh adat mereka. Terlebih suku Baduy yang memang memegang prinsip menyatu dengan alam, mereka tidak menggunakan kecanggihan teknologi, seperangkat alat yang diciptakan oleh kapitalis seperti sabun, sandal dan kebutuhan sehari-hari.

Bahkan kita tidak boleh memotret kehidupan mereka di wilayah suku Baduy Dalam, semua orang harus menyimpan handphone, kamera dan tidak diperkenankan menggunakannya. Peraturan demikian harus kita hargai, karena begitu peraturan yang ditetapkan oleh adat mereka. Terkait pakaian suku Baduy dalam juga cukup khas, dengan menggunakan baju putih dan penutup kepala putih.

Pose foto kali ini, kita ambil di area perbatasan jadi masih boleh menggunakan sederet kecanggihan teknologi. Lantas bagaimana dengan transportasi umum?, mereka pun tidak menggunakan dan dianggap melanggar jika naik kendaraan.

Sedangkan Suku Baduy Luar, mereka adalah sekolompok suku Baudy Dalam yang telah melanggar adat secara tidak langsung, kemudian keluar dan sudah menggunakan kecanggihan teknologi dalam hidup mereka dengan menggunakan pakaian hitam dan penutup kepala hitam bercampur biru. Dalam perkampungan suku Baduy Luar, kita boleh mengabadikan momen dengan penduduk sekitar.

Jika di Jakarta, kita akan temui suku Baduy berjualan madu dengan berjalan di tepi jalan tanpa menggunakan sandal. Indonesia kaya budaya, maka dengan mengetahui budaya kita lebih berpikir dan memahami makna hidup.

Leave a Comment.