Milenial Unggul, Indonesia Produktif

WWW.SIRAJULFUADZIS.COM,– Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan dasar dari kemajuan sebuah bangsa, hal ini ditandai dengan lahirnya SDM kader-kader unggul Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang mengharumkan nama baik Indonesia di kelas dunia.

Demi menciptakan SDM perlu diperkuat sejak dini, dengan menanamkan karakter unggul kepada anak muda Indonesia tentu saja penerus Kadin masa depan. Perpaduan makna unggul (pandai, baik, cakap, kuat dan awet) menjadikan SDM yang terbaik, akan mengabdikan dirinya kepada bangsa.

Dari Milenial Untuk Bangsa

Pengabdian kepada bangsa bisa dengan berbagai cara, salah satunya punya kontribusi sebagai salah satu anggota Kadin, yang merupakan kumpulan pengusaha-pengusaha bergerak di bidang perekonomian. Pada era digital 4.0, sudah seharusnya milenial (Pemuda) Indonesia produktif dengan melakukan berbagai macam karya.

Semangat dan pengorbanan milenial Indonesia dalam mempersiapkan bekal yang akan mengantarkan kepada kegiatan produktif. Produktifitas dilihat dari seberapa banyak dampak yang dirasakan oleh publik, tentu saja milenial harus banyak berkarya agar menjadi bagian dari catatan sejarah dalam menghadapi tantangan global.

Kenapa harus milenial yang akan mempersiapkan Indonesia Produktif?, karena ditangan milenial estafet perjuangan bangsa akan memainkan peran penting untuk menghadapi tantangan pasar global.

Milenial merupakan aset SDM yang layak diberikan motivasi dan inspirasi, khususnya oleh pengusaha-pengusaha sukses dari Kadin. Dibuktikan dengan hadirnya event-event yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia, untuk mengetahui informasi tentang Kadin dapat diakses melalui https://www.kadin.id/.

Dalam mencapai milenial unggul, ada dua komponen yang harus tertanam dalam jiwa milenial  mengabdikan diri kepada bangsa membawa semangat perubahan lebih baik.

Pertama, Milenial Cerdas merupakan milenial yang pandai membaca suatu keadaan dan menganalisa berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Milenial cerdas akan hadir lewat komunikasi persuasif yang diberikan oleh SDM yang sudah melewati proses hingga mencapai kesukseskan mampu menyebarkan opini publik, lantas bagaimana cara mengendalikan milenial cerdas?.

Caranya adalah lewat film, sebab film adalah salah satu komunikasi persuasif yang efektif menjadi strategi dalam membangun sebuah peradaban baru. Pesan-pesan yang disampaikan dalam film lebih mudah diterima oleh publik.

Hal ini bisa dirasakan, dengan maraknya milenial perempuan Indonesia suka dengan film korea berdampak kepada transisi budaya Korea masuk secara perlahan ke Indonesia lewat film.

Secara ekonomi menguntungkan kepada pihak Korea yang membawa style Korea ke Indonesia lewat film, memotivasi penonton untuk mengunjungi Korea dan secara perlahan peneybaran tren tradisi mereka dipakai dengan bangga oleh anak-anak Indonesia.

Bahkan mengucapkan rasa cinta sekali pun, milenial cukup mengacungkan dua jari (jempol dan telunjuk) kepada orang yang disayangi ala Korea sambil mengucapkan saranghaeyo. Secara tidak langsung, Indonesia sudah dijajah lewat produksi-produksi film yang berkesinambungan dari Korea.

Budaya Indonesia digerus oleh film-film asing yang dikonsumsi, maka dari itu harus ada pembanding yang lebih hebat untuk menarik perhatian milenial untuk memproduksi dan mencintai produk dalam negeri.

Milenial Indonesia harus bangun dan bangkit melihat situasi demikian, mengumpulkan semangat kreatif dan menciptakan produk-produk film menarik yang bisa melahirkan manusia unggul dari Indonesia dan memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri.

Harus ada perubahan dalam dunia perfilm Indonesia saat ini, yang ditangkap, dimaknai, ditonton, dikonsumsi oleh milenial dan masyarakat Indonesia umumnya. Kadin Indonesia bidang industri kreatif dapat memberikan peran mewujudkan ide ini.

Maria Tusar pernah mengungkapkan “Film is a great tool to play with human emotions and toughts”, Film adalah alat yang bagus untuk memainkan emosi dan pikiran manusia. Sehingga SDM unggul yang diinginkan diciptakan lewat tayangan-tayangan inspiratif, mendidik dan menghasilkan dampak kepada SDM.

SDM cerdas akan memberikan kontribusi lewat Personal Social Responsibility (PSR), fokus dalam satu bidang yang Ia sukai dan memberikan dampak sosial yang besar.

Kedua, Milenial Sinergi merupakan kekuatan yang harus disatukan oleh berbagai organisasi-organisasi milenial dalam menciptakan suatu kekuatan besar dari milenial Indonesia. Dalam hal ini, Kadin bisa sebagai fasilitator anak-anak muda Indonesia mengadakan event-event yang dapat mengembangkan kepribadian penerus bangsa.

Semangat sinergi membangkitkan kaum muda, tertarik mengabdikan diri mereka dengan berbagai cara untuk mewujudkan Indonesia Produktif, dan perlahan merubah sikap dari konsumtif menjadi produktif.

Dengan melakukan sinergi, banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama sehingga menghasilkan kekuatan yang lebih besar memajukan Indonesia berawal dari mengangkat kearifan lokal ke pasar global.

Usaha unggul dimulai dari kecil, mengembangkan produk dari berbagai pelosok Indonesia dengan konsep berbasis kearifan lokal menuju pasar global. Tantangan kompetisi pasar global tidak dapat dipungkiri, harus ada strategi jitu menangkal persaingan Internasional.

Sinergi milenial tentu dapat mengangkat citra negara, dengan memfokuskan strategi branding produk, logo menarik, kemasan kreatif, dan promosi yang kuat.

Kekuatan sinergi menimbulkan efek raksasa untuk kemajuan ekonomi Indonesia, memanggil wisatawan luar negeri datang ke Indonesia.

Ide dan gagasan ini bisa terwujud dengan sinergi bersama Kadin Indonesia, untuk Indonesia yang lebih baik. Dampak Sosial dari dua butir pemikiran ini, mewujudkan SDM unggul Indonesia Produktif , punya daya saing kedepannya. Dari milenial untuk Indoneisa!.

Comments.

Leave a Comment.