Pengalaman Magang di Pertamina (Bagian II)

WWW.SIRAJULFUADZIS.COM, –  Saya termasuk orang yang bisa dikatakan sering ke Jakarta, sudah berasa biasa untuk tinggal dan melihat aktifitas orang-orang sibuk di Jakarta.

Berbeda saat ini adalah saya menggunakan motor sedikit tidak biasa atau pede dibandingkan mengendarai motor di kota-kota lain. Penuh kesabaran, penuh teriakan klakson yang tidak berirama indah. Hari ini saya beristirahat, sambil mencari informasi di Internet terkait perusahaan yang menerima magang hanya satu bulan. 

Pengalaman Magang di Pertamina (Bagian II)

Wajah Bahagia saya ketika di Tolak

30 September 2017

Saya berselancar tanpa lelah untuk mendaptkan informasi perusahaan terdekat yang bisa saya tempuh dengan motor dari Salemba. Dua hari saya merenung dan berdoa untuk bisa magang di kota Jakarta. Saya catat email HRD perusahaan, saya catat alamat konsultan-konsultan Public Relations yang ada di Jakarta.

01 Oktober 2017

Saya mendatangi perusahaan komunikasi yang sudah saya catat alamat dan sudah saya kirimkan proposal magang via email. Beberapa perusahaan menolak saya, karena mereka hanya butuh mahasiswa magang yang bisa 3 bulan.

Saya selalu yakin kepada diri sendiri, bahwa saya akan mendapatkan perusahaan yang terbaik untuk meningkatkan performa pengalaman saya di bidang komunikasi. Saya memutar motor saya ke berbagai penjuru di Jakarta. Semua perusahaan yang besar saya lirik, semuanya juga saya tanyakan kepada resepsionis nya apa ada posisi magang di public reations di perusahaan tersebut.

 Terakahir ketika saya sudah mau pulang kami lewat di depan Pertamina Marketing Operation Region III yang beralamat di Jl. Kramat Raya No 59. Pelayanan satpam yang sedang bertugas menjadi resepsionis begitu ramah menyambut kedatangan saya. masih ingat di dalam ingatan bahwa nama beliau adalah Tobing, beliau begitu ramah menunjukkan saya untuk dapat bertemu dengan bapak Agus selaku HRD yang biasanya mengurusi mahasiswa magang. 

Pada waktu itu saya tidak bertemu dengan pak Agus, melainkan bertemu dengan HRD lain yang memberikan informasi saya membawa dokumen apa saja yang bisa saya berikan ke Pertamina. Setelah mendapatkan informasi, saya langsung buatkan proposal yang sewaktu itu tanggal satu dan saya minta pengajuan saya magang untuk tanggal 05 oktober. 

Sungguh sebuah sikap yang luar biasa saya ambil. Karena pada pengajuan magang biasanya orang mengajukan adalah satu bulan sebelum masuk kantor, pada kali ini saya minta secepatnya, pantas saja berbagai perusahaan tidak ada yang bersedia menerima saya.

Besoknya, saya kembali ke kantor Pertamina, Alhamdulillah saya bertemu dengan Pak Agus. Pertemuan saya ini difasilitasi oleh pak Tobing yang melihat pak Agus berjalan di lobby, kemudian memanggil pak Agus untuk segera mendekat ke resepsionis. Pak Tobing juga memanggil saya, hei kesini ada pak Agus. 

Saya segera kesana memperkenalkan diri, mengatakan bahwa saya berasal dari kampus di Yogyakarta untuk magang kesini. Pak Agus bertanya, jauh juga ya, kamu naik apa kesini? Saya jawab naik motor pak. Hanya untuk magang di Pertamina? Iya pak. Kamu kapan mau magangnya, kalau dapat dua hari lagi saya sudah magang pak. Kamu mau magang di fungsi apa? Saya jawab di Humas atau Public Relations pak. Wah kebetulan sekali lagi ada anak magang di Communication & Relation (nama humas di Pertamina MOR III) bulan ini. 

Bersama Burmalis Ilyas (Direktur Utama PT.Anak Salido)

Bersama Burmalis Ilyas (Direktur Utama PT.Anak Salido)

Pak agus menerangkan dengan santai sambil menandatangi persetujuan saa magang di Pertamina, kamu bulan depan saja ya, ya November masuk awal bulan. Dalam hati saya berkata ” yes akhirnya magang juga di bulan saya lahir dan di Kota Jakarta”. Saking senangnya sewaktu itu, saya syukuran untuk mensyukuri saya bisa diterima magang di perusahaan besar seperti Pertamina. Seminggu sudah Purnomo menemani saya mencari tempat magang, akhirnya ia kembali ke Yogyakarta dengan pacarnya (kebetulan sewaktu itu pacar Purnomo sedang dinas di Jakarta).

Di Rumah Dinas Djarot Kusumayakti (Direktur Utama Bulog)

Di Rumah Dinas Djarot Kusumayakti (Direktur Utama Bulog)Sebelum diterima magang, awalnya saya berpikiran untuk kembali ke Yogyakarta dengan motor karena masih ada waktu satu bulan untuk berakatifitas di Yogyakarta. Saya mengisi waktu saya untuk mengikuti berbagai acara yang ada di Jakarta, baik itu acara Kadin, OJK, Kerumah Dirut Bulog dan bertemu orang-orang Penting.

Namun perasaan balik ke Yogakarta itu tidak saya lakukan, saya tetap di Jakarta, kemudian jalan-jalan ke Bandung, dari Bandung Ke Jakarta Lagi, dari Jakarta Ke Yogyakarta (saya disana menjadi panitia Kalijaga Job Fair), dari Yogyakarta saya ke Semarang, dari Semarang saya ke Yogyakarta, dari Yogyakarta baru saya kembali lagi ke Jakarta untuk Magang. Perjalanan saya berkeliling dari satu kota ke kota lain tersebut dengan tranportasi umum karena motor saya titipkan di Jakarta.

Mengikuti Acara Kadin

Mengikuti Acara Kadin

Bertemu Teman SMA Tanpa Janjian di Perpustakaan Nasional RI

Bertemu Teman SMA Tanpa Janjian di Perpustakaan Nasional RI

Bersambung . . .

Leave a Comment.