Pengalaman Magang di Pertamina (Bagian IV)

WWW.SIRAJULFUADZIS.COM, – Selesai menjadi panitia dalam serangkaian HUT Pertamina yang diselanggarakan di TMII pada 10 Desember 2017, saya berpamitan dengan semua orang yang di ruangan Communication & Relations MOR III. Seorang karyawan Pertamina menitipkan pesan kepada saya “Don’t Greedy”.

Pengalaman Magang di Pertamina (Bagian IV)

Panitia HUT Pertamina

Layaknya manusia, pesan moral yang disampaikan niatnya adalah baik terkhusus untuk saya secara pribadi, saya ucapkan terima kasih atas pesan singkat dan bermakna dalam hidup saya. bahwa orang yang sebelumnya kita tidak kenal, mau memberikan kontribusi positif via komunikasi verbal yang disampaikan kepada saya.

Sudah seharusnya saya sebagai mahasiswa magang yang sedang mampir untuk cari pengalaman bersikap sopan santun dan pamit ketika hendak pulang ke Yogyakarta. 

Dinner Bersama Bu Sari (Dok. Pribadi)

Dinner Bersama Bu Sari

Saya pamit ke manager, Ibu Sari banyak pesan-pesan yang disampaikan, saya pamit juga ke mbak Alih, Indah, Cici, dan mas Feri, Opik, Iqbal dan mas Romi dan semua karyawan yang bertemu pada saat itu. Saya ungkapkan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih telah mau menerima saya berada ditengah-tengah tim yang super sibuk pekerjaanya setiap hari.

Saya merasa tidak ada hari santai di Pertamina, selalu banyak event yang harus didatangi atau dibuat. Bagi para pembaca budiman, yang masih mahasiswa dan ingin magang, tempat ini saya rekomendasikan untuk melatih personality dan pengembangan diri. Ketika pamit terkahir, saya dikasih secara langsung beberapa souvenir dan voucher menarik oleh manager.  

Pertamina Expo (Dok. Pribadi)

Pertamina Expo (Dok. Pribadi)

Satu hari Sebelum Ke Yogyakarta (Dok. Pribadi)

Satu hari Sebelum Ke Yogyakarta

Begitu juga saya pamit kepada nenek gaul, ibu dari ayah angkat saya yang telah menerima saya bisa hidup kurang lebih dua bulan tanpa membayar sepeser pun di kamar yang dilengkapi kamar mandi dalam, kipas angin  dan luas, saya ucapkan terima kasih banyak membantu saya selama di Jakarta. Ya saya rasa, relasi merupakan modal sosial untuk manusia.

Semua nya butuh, pelajaran berharga ini saya bagikan, agar kita tidak meremehkan orang yang mau berkomunikasi secara interpersonal. Beberapa hari lagi saya ingin balik ke Yogyakarta dengan motor, saya sudah kontak Adi untuk mau menemani perjalanan pulang saya.

Posisi Adi saat itu masih di Yogyakarta, ia mahasiwa tingkat akhir, wajar saja saya meminta pertolongan untuk menemani saya touring dari Jakarta-Yogykarta. Adi Bersedia dan datang ke Jakarta dari Yogyakarta dengan kareta api 4 jam sebelum keberangkatan  ke Yogyakarta menggunakan motor. Saya kembali lagi berangkat subuh pada pukul 05:00, agar perjalanan lancar dan aman.

Supra X 125 D (Dok. Pribadi)

Supra X 125 D (Dok. Pribadi)

POM Bensin (Dok. Pribadi)

POM Bensin

Saya amanahkan Adi sebagai Navigator untuk perjalanan, meski salah di beberapa jalan tidak masalah, yang penting bahagia. Perjalanan pulang saya melewati jalur utara atau pantai utara (PANTURA). Jalan dan terjangan lewat pantura lebih dhasyat dibandingkan lewat jalur selatan. Saya lewat Bekasi, Cirebon, Kabumen dan sampai lah di Yogyakarta pada pukul 20:00. Kira-kira berapa jam perjalanan saya? silahkan dihitung hehe.

Saya dan Adi di depan Masjid Cirebon (Dok. Pribadi)

Saya dan Adi di depan Masjid Cirebon

Sekian Terima Kasih Telah Bersedia Membaca Pengalaman Magang saya di Pertamina dari part I sampai IV.

TAMAT

Leave a Comment.