Senyum Tulus untuk Manusia

WWW.SIRAJULFUADZIS.COM, – Ada perubahaan global yang sangat signifikan terhadap kedatangan wabah covid-19, perubahan alam, perubahan cara pandang, perubahan mental, perubahan cara mengolah/mengemas berita, perubahan cara menangkap berita, perubahan pola kerja, perubahan pola hidup dan sensitifitas akan suatu hal.

Terpaan berita yang dikonsumsi hampir ada pada setiap postingan, baik itu di status whatsapp, Instagram, facebook dan twitter. Bisa jadi ini menyebabkan orang menjadikan stres, semua orang rasa punya tanggung jawab rasa berbagi informasi di media sosial kepada saudaranya. Era cyber menunjukkan setiap orang yang koneksi dengan internet bisa membuat, mengolah, mengedit konten yang mereka ingin sampaikan. Namun ini juga berpotensi membuat diri mereka cemas.

Senyum

Ya ini adalah kenyataan yang bisa kita terima saat ini, sebagai membentengi diri dari terpaan berita jangan sampai juga terkena dampak psikomatis. kondisi yang menggambarkan saat munculnya penyakit fisik yang disebabkan oleh kondisi mental. Beberapa gangguan kecemasan tersebut meliputi stres dan kecemasan.

Kita tahu banyak pedagang kecil yang merintih, pengusaha-pengusa bisnis juga tidak berjalan karena minimnya akses untuk mencari nafkah. Keadaan memaksa dalam waktu yang ditentukan agar tetap menjaga diri dari virus yang tak berwujud ini. Bagi saudara-saudariku, boleh konsumsi berita tapi jangan sampai berdampak kepada kesehatan mental.

Ibarat orang yang tak pandai berenang, ikut wisata ke tengah laut naik kapal (ini kita isitilahkan berita), saat kapal bocor dia ikut tenggelam dan mati tak tertolong (ini sistem otak kita yang tak mampu menerima semua kenyataan).

Sebagai orang yang peduli atas nama kemanusiaan, orang yang berada membantu orang yang lemah dalam perihal ekonomi, logistik, sembako pada situasi ini waktu-waktu berharga untuk saling bantu membantu. Mereka bukan tidak mampu memproduksi uang sendiri, mereka tidak mengemis mengaharapkan duit dari si kaya.

Tapi pekerja harian dan orang menengah ke bawah, tidak bisa bergerak seenaknya keluar rumah, kemudian membawa virus berantai.

We love you, sayangi diri sendiri, sayangi saudara saudari kita atas nama kemanusiaan. Bijak membaca dan menerima berita. Ini buka waktunya untuk berdebat, saling salah menyalahkan dan merasa lebih pintar.

Walau program social distancing (pembatasan social), tetap berikan senyum tulus untuk sesama manusia.

Leave a Comment.