Sepotong Surga di Bumijawa

SIRAJULFUADZIS.COM, – Wisata ke Guci Tegal merupakan pilihan yang tepat untuk Anda yang bermukim di kota.

Kehidupan kota yang sembraut, bunyi klakson yang tidak teratur sampai macet yang panjang membuat stres. Berwisata ke pemandian air panas Guci, akan membuat Anda lebih tenang dan terasa lebih santai.

Guci menyajikan kesan yang membuat Anda rindu kepada desa wisata tersebut. Karena titik pemandian air panasnya tidak hanya satu titik, banyak tersebar di wilayah Guci.

Bagi Anda yang berpergian dari Jakarta, bisa menggunakan mobil pribadi. Dengan jarak tempuh 4-5 jam. Jika Anda seorang backpacker, bisa menggunakan bus, dengan menggunakan bus dari Terminal Pulo Gebang.

Saya menyarankan click here menggunakan bus Sinar Jaya jurusan Jakarta- Slawi, untuk membeli tiket cukup dengan aplikasi online.

Estimasi waktu bisa sekitar lima setengah jam apabila macet di Cikarang. Setelah Anda sampai di Terminal Slawi bisa menggunakan ojek ke objek wisata Guci, perjalanan sekitar 45 menit.

Hal yang harus diperhatikan sebelum berangkat adalah mencatat objek wisata bersama budghet yang dibutuhkan.

Selain itu juga siapkan pakaian tebal, dan celana renang yang banyak. Dan sewa Villa sesuai dengan kenyamanan dan budghet kantong Anda.


Pada tanggal 9 Agustus saya memulai perjalanan dari Jakarta jam 17:30, sampai di terminal Slawi sekitar 23:30 WIB.

Pengalaman saya saat pertama kali mengunjungi Guci, disambut oleh rekan saya Arib Anang Maruf.

Ia menjemput saya di Terminal Slawi, kemudian kami bersama menuju objek wisata Guci. Rumahnya ada di dalam objek wisata, jadi kami tidak perlu membayar tiket masuk objek wisata.

Saya tidak menyangka, Arib langsung mengajak saya untuk mandi air panas. Karena suhu tubuh sangat dingin sekali.

Guci berada dibawah kaki Gunung Slamet, kabarnya saat saya datang kesana sedang aktif. Tapi tidak menjadi sebuah alasan, saya tetap menjelajahi sepotong surga di Bumijawa.

Saya memutuskan juga ikut berenang malam itu bersama Arib, tepatnya jam 01:00 dinihari. Sungguh mengesankan pada suhu dingin, kami berendam di pemandian air panas pancuran 13.

Kami tidak berdua saja, melainkan banyak wisatawan yang berasal dari luar kota untuk merasakan nikmatnya mandi air panas.

Jika suatu saat Anda ada rencana ke Guci, berikut beberapa tempat rekomendasi untuk mandi air panas.

Saya urut berdasarkan tingkat kenyamanan

1. Guci-Ku (Waterboom)
2. Pancuran 13 (Tradisional)
3. Guci Ashafana (Kolam Renang)
4. Pancuran 5 (Tradisional)

Saya menempatkan pancuran 5 pada bagian akhir, sebab air panasnya terlalu panas dan tidak bersahabat dengan tubuh.

Wisata pemandian air panas Guci, menjadi berkah bagi ekonomi masyarakat. Masyarakat bisa memberikan buah tangan, menjual potensi desa kepada wisatawan yang berkunjung.

Air panas menjadi daya jual yang harus dimanfaatkan oleh warga, dan menjaga kenyamanan para pengunjung.

Wisata berbasis kearifan lokal, menyajikan pemandangan yang Indah. Bagi masyarakat sekitar, tiket wisata masuk ke pemandian tidak berlaku.

Keseharian warga juga mandi disana, berdasarkan informasi dari Ibu Arib. Warga tidak berani mandi di air dingin rumah, bisa membuat meriang badan. Makanya selalu mandi ke pemandian panas yang tidak terlalu jauh dari pemukiman warga.

Selain wisata pemandian air panas, Anda juga dapat menikmati pemandangan Gunung Slamet yang indah dari bukit Baron Hill.

Anda bisa duduk santai, sambil memesan segelas kopi kepada pedagang sekitar.



Leave a Comment.